Kiat Mengendalikan Emosi

Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan  yang sangat sempurna sehingga manusia disebut mahluk yang sangat mulia dibandingkan mahluk lain, Manusia di anugrahi Akal dan Pikiran oleh Tuhan untuk berfikir dan bertindak sehingga manusia memiliki kemampuan untuk memilih hal baik dan buruk untuk dirinya. Selain itu manusia juga diberikan hawa nafsu oleh Tuhan, fungsi hawa nafsu ini adalah bisa diibaratkan sebagai alat pendorong sebuah keinginan sehingga dengan diberinya hawa nafsu ini manusia diharapkan bisa belajar dan bekerja untuk mencapai keinginannya, atau untuk mencapai tujuan dalam hidupnya. Akal dan pikiran juga emosi yang digunakan untuk berfikir dan bertindak diproses oleh otak.

Di otak, bagian yang sangat berkenaan langsung dengan emosi adalah Amygdala yang merupakan komponen utama penghasil emosi dan bagian dari telencephalon, yang terletak di lobus temporal, yang terlibat dalam memori, emosi, dan ketakutan. Otak manusia memiliki dua Amygdala yang ukurannya relatif lebih besar dibandingkan primata lainnya. Amygdala yang kurang mengalami perangsangan dibandingkan dengan bagian otak lainnya, akan menghasilkan individu yang kurang mampu memberi makna emosional dari kejadian yang dialaminya.

Perasaan sedih, senang, marah, benci dan perasaan manusia yang lainya diproses dalam otak, termasuk di dalamnya adalah Amygdala yang berfungsi sebagai pusat ingatan emosi. Dan juga di dalamnya ada korteks yang juga turut mengatur proses timbulnya perasaan pada manusia setelah ia menerima stimulus. Solso (2008:45) menyebutkan bahwa seluruh pikiran manusia dan berbagai fungsi kognitif lainya berlangsung di dalam serebral korteks. Jadi setelah manusia menerima stimulus yang menyedihkan misalnya maka selanjutnya akan diproses di dalam otak sehingga menunjukkan respon sedih, murung ataupun yang lainya. Begitu pula stimulus-stimulus yang lain, semuanya akan diproses di dalam otak sehingga dapat menghasilkan suatu respon. Keberadaan emosi merupakan anugerah yang mendasari tingkah laku kita, serta merupakan bahasa komunikasi yang unik dalam diri kita dan dalam hubungan antarmanusia. Memanfaatkan emosi memang tidak biasa karena kecenderungan persepsi tentang emosi identik dengan destruktif bahkan ofensif. Persepsi seperti ini perlu diluruskan karena  memanfaatkan emosi berarti memahami fungsi emosi dalam kehidupan kita, sehingga kita dapat memanfaatkannya sebagai energi yang dapat meningkatkan kualitas diri dan kehidupan kita.

Emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Emosi itulah yang mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada.  Emosi dapat dikatakan sebagai refleksi perasaan sekaligus barometer kestabilan perasaan. Reaksi yang timbul bisa berupa  kekecewaan, kemarahan, kekesalan atas kenyataan yang diterima. Emosi memiliki fungsi yang penting dalam kehidupan kita. Kita tidak bisa memanfaatkan emosi dengan baik tanpa memahami fungsi emosi itu sendiri. Emosi berfungsi sebagai penyedap rasa kehidupan yang membuat hidup lebih bergairah, bersemangat, bermakna dan berenergi. Menjadi pelengkap romantika kehidupan, sehingga hidup terasa lebih, indah, bernuansa, bervariasi dan bersinergi. Tanpa emosi, hidup akan terasa hambar, datar, kaku dan monoton. Karena itu, emosi jangan ditekan dan disembunyikan terlampau dalam, bisa menghambat kedinamisan perasaan dan kehidupan kita.

Memanfaatkan emosi memerlukan cara dan media penyaluran karena tidak semua orang memiliki kemampuan dan kesamaan dalam  mengendalikan dan mengelola emosi dengan cepat dan tepat. Langkah awal yang paling dibutuhkan adalah meredakan dan melegakan emosi.  Ada  beberapa hal yang saya lakukan untuk meredakan dan melegakan serta memanfaatkan emosi menjadi hal yang bermanfaat dan positif.

Pertama, menangis. Setelah menangis, perasaan menjadi lebih lega, sehingga energi berupa mood untuk melanjutkan aktivitas kembali terangkat. Menangis mampu membuat perasaan menjadi lebih baik, nyaman, dan tenang karena tangisan dapat membantu menyingkirkan kimiawi stres dalam tubuh yang diakibatkan oleh dramatisasi perasaan dan dorongan emosi, sehingga bisa menurunkan kadar emosi, agresivitas dan depresi.

 Kedua, mencurahkan isi hati dan perasaan pada orang yang paling dekat dan dipercaya  dan yang paling disayangi.Karena dengan mencurahkan dan bercerita mengenai persoalan maka akan diberikan solusi yang labih baik dan sama-sama menyelesaikannya.

Ketiga, menyalurkan emosi melalui kegiatan hobi seperti membaca, menulis dan bernyanyi. Dengan membaca, maka  kadar emosi dapat diturunkan  karena pikiran akan dialihkan oleh bacaan seperti membaca buku fiksi. Maka sedikit demi sedikit solusi yang lebih baik dapat ditemukan. Sewaktu menulis, saya dapat  melepaskan emosi menjadi serangkaian tulisan yang apa adanya. Energi dari emosi ini akan  diekspresikan dan  dimanfaatkan untuk menyusun kalimat dan mengolah kata-kata hingga menjadi sebuah ungkapan perasaan yang sebenarnya. Menulis diary merupakan hal  yang saya lakukan untuk mengekspresikan perasaan, sehingga tidak merasa tertekan dengan dorongan emosi dan tidak takut untuk menutup-nutupi emosi dalam wajah sebuah tulisan. Hobi bernyanyi dapat membantu meredakan emosi karena saat bernyanyi emosi dikeluarkan melalui tekanan suara  yang tinggi dan tekanan udara dari dalam tubuh yang dapat melegakan perasaan.

Keempat, berbicara dan menyerahkan hati dan perasaan pada Tuhan. Hubungan emosional dengan Tuhan  menumbuhkan energi untuk meminta, berupaya dan berserah dalam doa. Saat dalam kesulitan, biasanya saya akan tenggelam, khusyuk dalam  tangis dan doa, sehingga merasa dekat dengan Tuhan. dengan kedekatan yang terus dilakukan dengan Tuhan akan menumbuhkan kepercayaan, keyakinan , keimanan  dan ketakwaan yang lebih terjaga menjadi energi penuntun hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s