PENDIRIAN BADAN USAHA DALAM DUNIA BISNIS
DI BIDANG E-COMMERCE

Emilio Fitrahera Sutan, Marsaulina Hutahaean, Nesa Aqmarina Sabila
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma

ABSTRAK
E-commerce adalah proses melakukan bisnis melalui jaringan internet komputer. Hanya dengan menggunakan komputer, masyarakat dapat menggunakan internet untuk membeli dan menjual barang. Tidak seperti perdagangan biasa yang merepotkan dan harus mengeluarkan tenaga membawa barang, E-commerce juga dapat menyimpan waktu dan tenaga. Keuntungan utama dari E-commerce adalah pembeli dapat mencari barang dengan cepat dan membandingkan harga dari toko ke toko lain secara mudah.
Kata Kunci : Badan Usaha, Bisnis, E-Commerce

PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi informasi terutama dibidang internet, merupakan factor pendorong perkembangan e-Commerce. Internet merupakan jaringan global yang menyatukan jaringan komputer diseluruh dunia, sehingga memungkinkan terjadinnya komunikasi dan interaksi antara satu dengan yang lain diseluruh dunia. Dengan menghubungkan jaringan komputer produsen dengan internet, produsen dapat menjalin hubungan dengan konsumen atau konsumen secara lebih efisien. Sampai saat ini internet merupakan infrastruktur yang ideal untuk menjalankan e-Commerce, sehingga istilah e-Commerce telah menjadi identik dengan menjalankan bisnis di internet. E-Commerce (Electronic Commerce) merupakan konsep baru yang digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web, pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi (M. Suyanto, 2003). E-Commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman web (Saputro, 2008). Sebelum melakukan e- Commerce maka kita perlu melakukan analisis yaitu analisis SWOT. Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan berbagai strategi penjualan. Analisis ini mempunyai empat komponen yaitu Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang) dan Threat (ancaman) (Freddy, 2008).

KAJIAN TEORI

• Badan Usaha E-Commerce

1. Bhinneka.com
Bhinneka.com merupakan situs e-commerce angkatan pelopor online store yang sampai saat ini terus berkembang dan bertumbuh menjadi situs eCommerce terbesar di Indonesia.
Bhinneka.com disebut juga sebagai angkatan pelopor, yaitu situs yang tayang sebelum abad 21, sekitar tahun 1996-1999.
Bhinneka.com (Indonesia #1 Webstore), dari tagline memang bervisi untuk menjadi pemain di “kandang sendiri”, bagaimana bisa menjadi pilihan Online Shopping bagi masyarakat Indonesia. Seperti dituliskan oleh pendiri Bhinneka.com, Hendrik Tio pada profil di web-nya, bahwa pelayanan antusias dari hati yang membangun kepercayaan dan gempuran-gempuran persaingan yang dihadapi kemudian hari.
Bhinneka.com lahir dari situasi genting disaat krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1997-1998 yang kemudian berkembang menjadi krisis sosial politik.
PT Bhinneka Mentari Dimensi lahir tahun 1993 dan memilih bidang teknologi informasi sebagai inti bisnisnya. Fokus pertama dimulai dari distribusi produk IT seperti PC Build Up dan PC Compatible, Peripherals, rancang bangun perangkat lunak jasa jaringan (Lan/Wan), solusi video editing hingga pusat servis.

2. LAZADA Indonesia
LAZADA Indonesia adalah pusat belanja online yang menawarkan berbagai macam jenis produk mulai dari elektronik, buku, mainan anak dan perlengkapan bayi, alat kesehatan dan produk kecantikan, peralatan rumah tangga, dan perlengkapan traveling dan olah raga. LAZADA Indonesia didirikan pada tahun 2012 dan merupakan salah satu cabang dari jaringan retail online LAZADA di Asia Tenggara Grup LAZADA International di Asia Tenggara terdiri dari LAZADA_Indonesia, LAZADA Malaysia, LAZADA Vietnam, LAZADA Thailand, LAZADA Filipina. Jaringan LAZADA, Asia Tenggara merupakan cabang anak perusahaan jaringan perusahaan internet Jerman Rocket Internet. Rocket Internet merupakan perusahaan online incubator yang sukses menciptakan perusahaan-perusahaan online inovatif di berbagai belahan dunia. Berkantor pusat di Berlin, Jerman, proyek yang dimiliki Rocket Internet antara lain Zalando, TopTarif, eDarling, Groupon (sebelumnya CityDeal), dll.

3. Blibli.com
Blibli.com adalah salah satu E-commerce di Indonesia dengan konsep belanja online ala mall. Dengan konsep tersebut blibli mengharapkan masyarakat Indonesia yang terbiasa belanja di mall bisa menemukan barang yang mereka cari dengan mudah dan menyenangkan dimanapun dan kapanpun. Blibli adalah produk pertama PT Global Digital Niaga yang merupakan anak perusahaan Djarum dibidang digital yang didirikan pada tahun 2010. Blibli bekerja sama dengan teknologi provider kelas dunia, mitra logistik, banking partner serta merchant partner dengan standar tertentu untuk menciptakan sistem back-end yang bisa memenuhi kebutuhan pengguna blibli.Saat ini Grup Djarum melalui Global Digital Prima Ventures (GDP) misalnya, membentuk inkubator bernama Merah Putih Inc, sebuah inkubator start-up lokal berbasis komunitas dan memberikan bantuan modal bagi start-up lokal yang inovatif. Kantor pusat Blibli bermarkas di Jakarta Barat dengan biaya infrastruktur seperti server dan jaringan hampir mencapai Rp 100 miliar.

• Cara Kerja E-commerce
Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik, terutama internet. E-commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.“e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and business procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic transaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

• Dari perspektif komunitas, e-commerce merupakan pengiriman informasi, produk/layanan, atau pembayaran melalui telepon, jaringan komputer atau sarana elektronik lainnya.
• Dari perspektif proses bisnis, e-commerce merupakan aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.

• Dari perspektif layanan, e-commerce merupakan satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan ketepatan pelayanan.
• Dari perspektif on line, e-commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan informasi di internet dan jasa online lainnya

Association for Electronic Commerce secara sederhana mendefinisikan e-Commerce sebagai “mekanisme bisnis secara elektronis”. Di sisi lain,CommerceNet, sebuah konsorsium industri, memberikan definisi yang lebih lengkap, yaitu “penggunaan komputer yang saling terhubung sebagai sarana penciptaan relasi bisnis”. Kemudian ditambahkan bahwa di dalam e-Commerce terjadi “proses pembelian dan penjualan jasa atau produk antara dua belah pihak melalui internet atau pertukaran dan distribusi informasi antardua pihak di dalam satu perusahaan dengan menggunakan intranet”.

Sementara Amir Hartman dalam bukunya “Net-Ready” (Hartman, 2000) secara lebih terperinci lagi mendefinisikan e-Commerce sebagai “suatu jenis dari mekanisme bisnis secara elektronis yang memfokuskan diri pada transaksi bisnis berbasis individu dengan menggunakan internet sebagai medium pertukaran barang atau jasa baik antara dua buah institusi (B-to-B) maupun antarinstitusi dan konsumen langsung (B-to-C)”.

Eko Indrajit menyebutkan bahwa dari semua definisi di atas memperlihatkan bahwa e-Commerce memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Terjadinya transaksi antara dua belah pihak;
2. Adanya pertukaran barang, jasa, atau informasi; dan
3. Internet merupakan medium utama dalam proses atau mekanisme perdagangan tersebut.

Dengan demikian, secara sederhana e-Commerce merupakan transaksi bisnis sebagaimana transaksi bisnis yang biasa terjadi, tetapi menggunakan internet sebagai media untuk melakukan proses transaksi tersebut.

Proses operasional dari e-Commerce secara detail bisa digambarkan sebagai berikut:

1. Konsumen melihat situs web (website) e-Commerce melalui alamat yang telah ditentukan.
2. Konsumen melakukan pemilihan produk di website dan melakukan pemesanan dari produk yang dipilih. Konsumen juga memberikan data-data pribadi dan juga data-data alamat pengiriman secara lengkap.
3. Setelah memilih produk, konsumen kemudian melakukan pembayaran sesuai dengan sistem pembayaran yang telah ditetapkan. Sistem pembayaran ini disesuaikan dengan sistem yang ada di toko online tersebut. Secara umum, sistem pembayaran yang ada di toko online terdiri dari beberapa metode, di antaranya adalah:
a. Kartu Kredit. Dalam hal ini pengelola toko bekerja sama dengan perusahaan yang menyediakan layanan pembayaran melalui kartu kredit yang disebut sebagai “payment gateway”. Payment gateway inilah yang menjadi penghubung antara toko online, perusahaan penerbit kartu kredit (VISA, MASTER, AMEX), dan juga dengan Bank Penerbit kartu.
b. Transfer Bank. Pengelola toko menyediakan nomor rekening khusus yang disediakan bagi konsumen untuk melakukan pembayaran. Transfer bisa dilakukan melalui setoran tunai di Bank, transfer melalui ATM, Internet Banking, ataupun Mobile Banking.
c. Cash on Delivery. Adalah pembayaran yang dilakukan di tempat pada saat pengiriman produk. Model pembayaran semacam ini biasanya dilakukan untuk konsumen yang sudah dikenal terlebih dahulu karena sudah melakukan transaksi sebelumnya.
4. Pengelola toko online kemudian melakukan verifikasi apakah pembayaran yang dilakukan sudah benar atau belum. Proses verifikasi ini penting untuk menghindari berbagai penipuan pembayaran. Verifikasi dilakukan dengan melakukan pengecekapan apakah pembayaran sudah masuk di rekening perusahaan atau belum. Baru kemudian order diproses.
5. Setelah dipastikan bahwa pembayaran telah terjadi, pengelola toko online kemudian melakukan pengecekan stok barang. Pengecekan stok barang ini ada dua macam:
a. Untuk produk yang dijual sendiri, maka pengecekan dilakukan di gudang sendiri.
b. Untuk produk yang berasal dari supplier, maka pengecekan dilakukan melalui supplier toko.

6. Setelah barang ada, selanjutnya adalah melakukan pengiriman ke alamat penerima yang telah ditetapkan oleh pembeli. Pengiriman bisa jadi dilakukan ke alamat pembeli, ataupun jika dilakukan sebagai hadiah, maka dikirim ke alamat penerima hadiah.
7. Pengiriman dilakukan oleh kurir, baik kurir perusahaan ataupun kurir dari pihak ketiga yang ditunjuk. Kurir mendokumentasikan melalui foto penerimaan barang sebagai tanda bukti, ataupun meminta tanda tangan dari penerima. Bukti penerimaan ini kemudian disimpan, dan bisa juga dikirim copy-nya kepada pembeli melalui email.
• Kerangka e-Commerce
Aktivitas bisnis selalu membutuhkan tempat, maka jelaslah bahwa aplikasi e-Commerce dibangun diatas infrastruktur teknologi yang ada. e-Commerce bukan hanya dibangun diatas situs web saja, aplikasi e-Commerce ditopang oleh berbagai infrastruktur, sedang implementasinya tidak lepas dari 4 wilayah utama yang ditunjukkan dengan 4 pilar penyangga, yaitu:
1) Manusia,
2) Kebijakan public,
3) Standar Pemasaran dan Periklanan
4) Protokoler teknis, persediaan, serta temasuk didalamnya adalah organisasi lain.Manajemen e-Commerce yang akan mengkoordinasikan aplikasi, infrastruktur dan pilar-pilarnya. Aplikasi e-Commerce meliputi bidang saham, pekerjaan, pelayanan, keuangan asuransi, mall, pemasaran dan periklanan on line, pwlayanan pelanggan, lelang, travel, hardware dan software PC.

• Hukum yang Mengatur Perdagangan E-Commerce
Menurut undang-undang No.7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan(UU Perdagangan) yang diterbitkan pada bulan Maret 2014, setiap pelaku usaha dalam kegiatan perdagangan melalui sistem elektronik(e-commerce) wajib menyediakan data atau informasi yang bukan hanya lengkap tetapi juga benar, pelaku usaha e-commerce juga dilarang untuk memperdagangkan barang atau jasa yang tidak sesuai dengan data atau informasi yang disampaikan. Selengkapnya bunyi Pasal 65 (1) UU Perdagangan sebagai berikut :
“ Setiap Pelaku Usaha yang memperdagangkan Barang dan/atau Jasa dengan menggunakan sistem elektronik wajib menyediakan data dan/atau informasi secara lengkap dan benar.”
Data dan informasi yang dimaksud harus memuat :
• Identitas dan legalitas pelaku usaha.
• Persyaratan teknis barang yang ditawarkan.
• Persyaratan teknis atau kualifikasi yang ditawarkan.
• Harga dan cara pembayaran barang/jasa.
• Cara penyerahan barang.
Jika terjadi sengketa dalam transaksi dagang melalui sistem eletronik, para pihak yang bersengketa dapat menyelesaikan sengketa tersebut melaui pengadilan atau melalui mekanisme penyelesaian sengketa lainnya. Mekanisme penyelesaian sengketa lainya antara lain konsultasi, negosiasi, konsiliasi, mediasi, atau arbitrase sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pelaku usaha yang memperdangangkan barang atau jasa dalam e-commerce yang tidk menyediakan data atau informasi secara lengkap dan benar dapat dikenakan sanksi. Sanksi tersebut dapat berupa sanksi administratif , seperti pencabutan izin usaha , atau bisa juga dikenakan pidana penjara maksimal 12 tahun dan /atau denda maksimal Rp 12.000.000.000.
Karena UU Perdagangan tersebut masih baru diterbitkan, maka masih diperlukan ketentuan lebih lanjut sebagai peraturan pelaksana teknisnya. Khusus mengenai perdagangan e-commerce , UU Perdagangan mensyaratkan adanya Peraturan Pemerintah sebagai peyung hukum dalam pelaksaan teknis. Demikian juga UU Perdagangan tersebut menetukan bahwa transaksi Perdagangan melaui Sistem Elektronik juga merujuk pada ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Eletronik

• Keuntungan E-commerce
o Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
o Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
o Menurunkan biaya operasional (operating cost).
o Melebarkan jangkauan (global reach).
o Meningkatkan customer loyality.
o Meningkatkan supplier management.
o Memperpendek waktu produksi.
o Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).
Jika dipandang dari pelaku-pelaku dalam e-commerce, keuntungannya yaitu:
• Bagi Perusahaan, memperpendek jarak, perluasan pasar, perluasan jeringan mitra bisnis dan efisiensi, dengan kata lain mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif, serta mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas, seperti biaya pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan pendapatan.
• Bagi Konsumen, efektif, aman secara fisik dan flexible
• Bagi Masyarakat Umum, mengurangi polusi dan pencemaran lingkungan, membuka peluang kerja baru, menguntungkan dunia akademis, meningkatkan kualitas SDM
• Selain itu dengan adanya teknologi internet, kelebihan nilai bisnis ini antara lain:
• Menghasilkan pendapatan baru melalui penjualan online.
• Memperkecil biaya melalui penjualan dan dukungan pelanggan secara online.
• Menarik pelanggan baru melalui pemasaran dan iklan web dan penjualan secara online.
• Membuat produk-produk baru agar segera bisa diakses melalui web.

USULAN

Dengan pemanfaatan dan penggunaan teknologi informasi dalam berkembangan bisnis online diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap dunia bisnis yang kompetitif khususnya dibidang e-commerce. Perusahaan e-commerce yang mampu bersaing dalam kompetisi tersebut adalah perusahaan yang mampu melakukan implementasi teknologi ke dalam perusahaannya. Mengimplementasikan teknologi dalam hal meningkatkan persaingan bisnis dan penjualan produk-produk ataupun jasa badan usaha bisnis dibidang e-commerce agar semakin dekat dengan konsumen karena kemampuan TI untuk mendekatkan jarak dan waktu sehingga semakin mendekatkan produk atau jasa perusahaan kepada konsumen. Hal ini diharapkan membuat bisnis di Indonesia semakin berkembang

HASIL EVALUASI

Mendirikan badan usaha dalam dunia bisnis di bidang e-commerce membuat peluang pasar terbuka luas. Perusahaan e-commerce dapat dengan mudah mempromosikan produk maupun jasanya kepada pelanggan, dapat pula mencari konsumen dalam proses promosi. Terdapat faktor yang mempengaruhi perkembangan bisnis yaitu: kompleksitas bisnis yang semakin meningkat yang dipengaruhi oleh pengaruh ekonomi internasional, kompetisi bisnis global, pekembangan dan pertumbuhan TI, pendayagunaan waktu, pertimbangan sosial dan kapasitas teknologi informasi yang dipengaruhi oleh: kapasitas pelayanan kebutuhan informasi, kapasitas interaksi dalam jaringan komputer, kapasitas kecepatan akses data.

PENUTUP

Dalam mendirikan suatu badan usaha dunia bisnis E- Commerce atau bisnis khusunya di bidang IT, yang harus diketahui dan lakukan adalah harus mengetahui bagaimana proses atau tahap untuk melakukan atau membangun sebuah bisnis khususnya di bidang TI. Dalam tahap-tahap proses pengambilan keputusan pembelian, konsumen mungkin saja membutuhkan bantuan tertentu, misalnya menyangkut informasi mengenai karakteristik produk yang dibutuhkan dan berbagai alternatif merk. Untuk itu dibutuhkan aktivitas layana pelanggan yang di rancang secara khusus guna memuaskan konsumen.
REFERENSI
1) http://www.creativeworld9.com/2011/03/abstract-on-e-commerce.html
2) http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28850/5/Chapter%20I.pdf
3) http://starskills.blogspot.co.id/2011/07/pengertian-dan-cara-kerja-e-commerce.html
4) https://black711.wordpress.com/2011/10/30/keuntungankerugiane-commerc/
5) http://blog.trisakti.ac.id/riki/2010/03/12/strategi-meningkatkan-persaingan-bisnis-perusahaan-dengan-penerapan-e-commerce/
6) http://www.legalakses.com/payung-hukum-perdagangan-e-commerce/

Nama Kelompok:
Emilio Fitrahera Sutan (52412486)
Marsaulina hutahaean (54412455)
Nesa Aqmarina Sabila (55412291)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s